Puisi dan Episode Pencarian
Rabu, 20 Oktober 2010
4
komentar
Adsense Content. recommended 336 X 300
Dapatkan Puisi Faisal Muchtar Al Khaufi Lebih banyak Lagi dengan Mengklik Tautan di bawah ini :PUISI Faisal Muchtar Al Khaufi
Episode baru (Wulan)
Faisal Muchtar Al Khaufi
Lalu kutulis puisi lagi
Serupa cerita nenek moyag kita
Merajut kasih di bumi ini
Dan seperti yang telah digariskan
Bahwa hawa di ciptakan dari rusuk adam
Kau
Ingin ku redam gelisah di hatimu
Yang menjelma warna-warna abu
Karena dukamu begitu dalam
Dalam senyuman yang dingin
Matahari tergeletak di dada
Dan bulan merayu sendiri
Cobalah bijaksana
Sebab rasa ini tak usah ku katakan
Tak ada yang harus dijabarkan
Biarlah waktu jujur pada dirinya
Mengarungi setiap detik dengan sederhana
Karena sederhana adalah bahasa
Yang paling jujur pada kenyataan
Lalu diam-diam matamu membidik
Mengunciku dalam ketidakberdayaan
seperti ketidaktahuan ku akan cintamu
kobaran rindu-rindu yang entah pada siapa
membabibuta di hadapan kita bersama
masa lalu yang aneh
kepedihan, isak tangis para leleuhur
terbentang dan mengalir hingga saat ini
dalam jiwaku karena kasih yang agung
maka kukatakan cinta ini dengan sederhana
Karawang 2009
EPISODE BARU II (Wulan)
Faisal Muchtar Al Khaufi
Yang terdalam
Sesungguhnya tak ada yang melebihi
Bahasa diam, karena kelak kepantai juga imaji
Cintamu bermuara, ombak yang saling
Berkejaran, perahu-perahu kecil di kejauhan
Anak-anak menggali pasir dengan riang dan
Kau berdiri seperti batu karang
Bersaksi pada keagungan yang Maha
Tanpa mengenal bahasa sunyi dan kepedihan
Camar meneriakan seribu lagu untuk langit
Dan tasbih mu bergeming dalam rahim senyum
Melangkahlah selagi bisa, sebab cinta takperlu
Kau kejar begitu jauh hingga letih dan sakit hati
Akan ku rasuki simpul-simpul bening
Di lipatan kerudung mu yang kelak menjelma
Malaikat hingga saatnya tiba nanti cintaku
Bermuara juga atau tidak sama sekali
sebab dahagaku jauh di ujung sana
Pedihku adalah memar yang tak kunjng sembuh
Maka berikan aku penawar rasa sakit itu
Karawang 2009
EPISODE BARU III (Wulan)
Faisal Muchtar Al Khaufi
seperti kemarin
ku torehkan kata-kata lagi untuk memanjakan sunyi
tanpa batas ruang dan waktu tetap saja meruju kepadamu
walau rindu itu sakit ijinkan aku mengulum seribu
senyum yang mungkin dingin dikemudian hari
senja lagi bergulingan di dasar batin ini
kenapa tidak malam yang menghadirkan gairah
untukmu lagi puisi ini ku tuliskan
seakan tak ada lagi imaji lain
keluguan parasmu dan sembahyang batin
cinta yang bersemayam bersama rindu
kian hari semakin tak karuan
Rembulan
Damarkan Hati ku dengan cahayanya
Beritahu aku tentang kasih dan rindu
Dalam dingin subuh dan kebisuan batu karang
Bersama kering dan dahaga kata
Ijinkan aku mencintaimu
Karawang 2009








4 komentar:
Salam Budaya....
terimakasih masih sempat Memberiku Ilmu teman.....
Sajak yang indah ... :)
wah mantap euy
sajak nya mantabbb.....
Poskan Komentar